Lompat ke isi utama

Berita

Tutup Rangkaian “Ngabuburit Pengawasan”, Bawaslu Kendal Perkuat Integritas dan Sinergi Demokrasi

Tutup Rangkaian “Ngabuburit Pengawasan”, Bawaslu Kendal Perkuat Integritas dan Sinergi Demokrasi

KENDAL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal resmi menutup rangkaian kegiatan "Ngabuburit Pengawasan" tahun 2026 pada bulan Ramadan ini, Acara yang bertajuk "Refleksi Pengawasan: Sinergi dalam Bakti, Suci dalam Hati" ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengawas untuk merefleksikan nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas pelayanan demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengisi waktu menjelang berbuka, melainkan ruang untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengetahuan, serta memperkuat nilai kebersamaan. Ia menekankan bahwa pelajaran utama dari ibadah puasa adalah kejujuran dan pengendalian diri, yang sangat relevan dengan tugas pengawasan pemilu.

“Puasa mengajarkan kita tentang integritas, yaitu melakukan hal yang benar meskipun tidak ada orang yang melihat. Nilai ini sangat relevan dengan tugas kita sebagai pengawas dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Hevy Indah Oktaria dalam acara penutupan tersebut. Beliau juga menambahkan bahwa amanah pengawasan merupakan tanggung jawab besar, baik kepada lembaga, masyarakat, maupun kepada Tuhan.

Selain penguatan personal, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan organisasi. Bawaslu Kendal terus berkomitmen membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar semakin solid, profesional, dan disiplin dalam melayani demokrasi. Momentum Ramadan ini juga dimanfaatkan untuk mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Dalam aspek teknis, Bawaslu Kendal menegaskan bahwa setiap langkah pengawasan harus berlandaskan pada koridor hukum dengan menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebijaksanaan. Di era informasi saat ini, ketelitian, akurasi data, dan transparansi dalam penanganan pelanggaran menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik.