Lompat ke isi utama

Berita

Momentum Ramadan: Bawaslu Kendal Tekankan Nilai Kejujuran sebagai Fondasi Integritas dan Demokrasi

Momentum Ramadan: Bawaslu Kendal Tekankan Nilai Kejujuran sebagai Fondasi Integritas dan Demokrasi

KENDAL – Dr. H. Ahmad Munadirin, M.Pd.I. selaku Ketua Program Studi PAI STIK Kendal mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk menjadikan momentum ibadah puasa Ramadan sebagai sarana memperkuat nilai kejujuran. Esensi puasa tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga, melainkan juga bertujuan membentuk pribadi yang saleh secara individual maupun sosial.

Dalam pesan yang disampaikan melalui kanal resminya, ditekankan bahwa puasa memiliki makna mendalam dalam membangun integritas yang mencakup nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan transparansi. Kejujuran dipandang sebagai karakter krusial yang harus dimiliki setiap individu untuk mencapai tatanan kehidupan yang baik, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing pada kebahagiaan.

Bagi penyelenggara dan pengawas pemilu, nilai kejujuran memiliki kaitan yang sangat erat dengan pelaksanaan tugas di lapangan. Sebagai "wasit" dalam kontestasi politik, pengawas pemilu dituntut untuk:

Penerapan nilai-nilai ini diyakini akan menjadi kunci utama dalam tegaknya demokrasi di Indonesia. Demokrasi yang baik hanya dapat dicapai jika para penyelenggaranya menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dalam mengambil setiap keputusan.

Melalui semangat Ramadan ini, diharapkan kesalehan yang terbentuk tidak hanya berhenti di atas sajadah, tetapi juga dibawa ke ranah publik melalui pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan demikian, para pengawas pemilu dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh integritas demi mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan harapan bersama.