Bawaslu Kendal Tegaskan Profesionalisme Pengawasan di Tengah Tantangan Efisiensi Anggaran
|
KENDAL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal berkomitmen untuk terus menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan yang profesional, meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran. Hal ini disampaikan dalam program "Ngabuburit Pengawasan", sebuah wadah edukasi kepemiluan bagi masyarakat selama bulan Ramadan.
Kepala Subbagian Administrasi Bawaslu Kabupaten Kendal, Frasanti, mengungkapkan bahwa saat ini seluruh kementerian dan lembaga, baik pusat maupun daerah, sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Namun, Bawaslu memaknai efisiensi tersebut bukan sebagai pengurangan kualitas pengawasan, melainkan sebagai momentum untuk mengelola sumber daya secara lebih efektif dan akuntabel.
“Tantangan yang kami hadapi antara lain penyesuaian anggaran operasional, pembatasan kegiatan tatap muka, dan optimalisasi jumlah SDM yang terbatas,” ujar Frasanti. Sebagai solusinya, Bawaslu Kendal memprioritaskan digitalisasi sistem pengawasan, seperti pengelolaan database penanganan pelanggaran melalui form cegah online agar pelaporan menjadi lebih cepat dan presisi.
Selama masa non-tahapan ini, Bawaslu Kendal juga fokus pada penguatan internal melalui:
Selain penguatan internal, Bawaslu tetap gencar melakukan pendidikan politik berkelanjutan untuk memastikan kesadaran demokrasi masyarakat tidak bersifat musiman. Program-program seperti Goes to Campus (bekerja sama dengan UNIS dan STIK) serta Goes to School ke berbagai SMA/MA di Kabupaten Kendal terus dijalankan untuk menjaring kader pengawas partisipatif.
Bawaslu Kendal juga aktif melakukan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari Dukcapil, Kesbangpol, Kemenak, hingga PKK.
Frasanti menekankan bahwa pengawasan profesional harus tetap berbasis pada regulasi, independen, tidak memihak, serta mengedepankan integritas. “Integritas tidak boleh dikompromikan dalam situasi apa pun,” tegasnya.
Melalui partisipasi aktif dari mahasiswa, organisasi masyarakat, dan pemilih pemula, Bawaslu berharap masyarakat dapat berperan dalam pencegahan pelanggaran sejak dini. Dengan demikian, efisiensi justru menjadi momentum untuk memperluas jaringan pengawas partisipatif demi mewujudkan pemilu yang semakin berkualitas.