Bawaslu Kendal Perkuat Demokrasi Melalui Kelanjutan Spirit P2P dan Pembentukan Angkatan Kedua
|
KENDAL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal menegaskan komitmennya dalam membangun budaya pengawasan pemilu yang berkelanjutan melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)., Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kendal, Muhammad Habibi, S.H.I, dalam program podcast "Ngabuburit Pengawasan" pada tahun 2026.
P2P sebagai Gerakan Kesadaran Kolektif Program P2P bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan strategis untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi. Habibi menekankan bahwa pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas penyelenggara. Tanpa partisipasi publik, jangkauan pengawasan akan menjadi terbatas. Melalui P2P, masyarakat didorong untuk menjadi subjek demokrasi yang kritis, aktif, dan berdaya.
Refleksi dan Capaian Angkatan Pertama Pelaksanaan P2P angkatan pertama telah membuahkan hasil positif, terutama dalam meningkatkan literasi kepemiluan dan keberanian masyarakat untuk melaporkan potensi masalah di lingkungan mereka. Program ini juga berhasil membentuk jejaring pengawasan berbasis komunitas yang membawa perspektif lokal sehingga pengawasan menjadi lebih kontekstual.
Namun, terdapat tantangan yang menjadi bahan evaluasi, yaitu menjaga keterlibatan peserta pasca-kegiatan karena adanya keterbatasan waktu serta belum adanya sistem pendampingan yang berkelanjutan., Oleh karena itu, penguatan kapasitas ke depan akan dirancang lebih terstruktur.
Fokus Penguatan Kapasitas dan Literasi Digital Untuk kader angkatan selanjutnya, Bawaslu Kendal menitikberatkan pada penguatan beberapa kapasitas krusial, antara lain:
Habibi menambahkan bahwa penguatan ini tidak cukup hanya melalui pelatihan formal, melainkan harus dibarengi dengan praktik langsung, diskusi kasus, dan ruang refleksi agar kapasitas kader bersifat aplikatif, bukan sekadar teoritis.
Regenerasi Melalui Angkatan Kedua Pembentukan P2P angkatan kedua menjadi langkah penting dalam memastikan transfer pengetahuan dan pengalaman. Berbeda dengan angkatan sebelumnya, angkatan kedua ini akan didukung oleh alumni angkatan pertama yang berperan sebagai mentor atau penggerak. Dengan sistem pendampingan yang lebih kuat, angkatan kedua diharapkan tidak memulai dari nol dan dapat mempercepat penguatan pengawasan di lapangan.
Harapan untuk Ekosistem Demokrasi Tujuan akhir dari keberlanjutan program P2P ini adalah terwujudnya ekosistem pengawasan yang mandiri dan menjadi bagian dari budaya masyarakat, bukan hanya muncul saat menjelang pemilu., "P2P adalah bentuk kontribusi nyata untuk demokrasi. Kita tidak hanya belajar tentang pemilu, tetapi juga tentang tanggung jawab, kejujuran, dan keberanian bersikap," tegas Habibi.
Bawaslu Kendal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu terlibat dalam gerakan ini demi menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.