Bawaslu Kendal Hadiri Pelantikan 2.503 Pramuka Garuda Tahun 2026
|
Bawaslu Kendal – Ada nilai yang tak sekadar disematkan di dada. Ada proses panjang yang menempa karakter, mengajarkan ketekunan, serta menumbuhkan keberanian untuk menjadi teladan. Itulah makna di balik Pelantikan Pramuka Garuda Tahun 2026 yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal di Alun-alun Kendal, Sabtu (1/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Kendal, M. Bahrul Amik, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda.
Sebanyak 2.503 Pramuka resmi dilantik sebagai Pramuka Garuda oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Mereka terdiri atas 1.631 Pramuka Siaga Garuda, 605 Pramuka Penggalang Garuda, dan 267 Pramuka Penegak Garuda. Angka yang besar, tetapi lebih besar lagi harapan yang disematkan kepada mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal menegaskan bahwa Lencana Garuda bukan sekadar penghargaan. Ia adalah simbol dari kerja keras yang tak berhenti di tengah jalan, disiplin yang dijaga setiap hari, serta karakter yang dibangun melalui proses panjang. Sebuah pengingat bahwa prestasi sejati lahir dari ketekunan, bukan kebetulan.
Pesan itu kemudian dipertegas dengan ajakan agar setiap Pramuka Garuda terus menghidupkan Satya dan Darma Pramuka dalam setiap langkah kehidupan. Sebab, menjadi teladan bukanlah tentang berdiri paling depan, melainkan tentang mampu memberi contoh melalui tindakan, di sekolah, di keluarga, maupun di tengah masyarakat.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para anggota yang telah memenuhi seluruh persyaratan sebagai Pramuka Garuda. Lebih dari itu, pelantikan menjadi ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa serta daerah.
Kehadiran Anggota Bawaslu Kabupaten Kendal, M. Bahrul Amik, menjadi penegas bahwa membangun demokrasi tidak dimulai saat pemungutan suara, melainkan jauh sebelumnya: ketika generasi muda dibiasakan hidup dengan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas. Sebab, demokrasi yang kuat hanya dapat tumbuh di tengah masyarakat yang menjadikan karakter sebagai fondasi utama.
[BK]