Lompat ke isi utama

Berita

Audiensi dengan SMA Negeri 2 Kendal Bawaslu Kendal Perkuat Barisan Pengawas Partisipatif di Lingkungan Sekolah

Dokumentasi Bawaslu Kendal

Dokumentasi Bawaslu Kendal

Kendal – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal melakukan kunjungan audiensi strategis ke SMA Negeri 2 Kendal. Langkah ini diambil untuk memperluas jaringan pengawasan partisipatif dengan menyasar pemilih pemula di lingkungan pendidikan agar lebih peduli terhadap integritas demokrasi.

Audiensi ini dihadiri langsung oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten Kendal dan diterima oleh perwakilan guru serta jajaran kesiswaan SMA Negeri 2 Kendal. Pertemuan tersebut menjadi langkah taktis untuk mengedukasi pemilih pemula agar tidak hanya sekadar menggunakan hak pilih di bilik suara, tetapi juga berperan aktif mengawal integritas seluruh proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kendal, Hevy Indah Oktaria, menekankan bahwa keterlibatan siswa SMA sangat krusial mengingat mereka adalah wajah masa depan demokrasi Indonesia. "Kami ingin memberikan pemahaman bahwa peran masyarakat, termasuk siswa SMA yang sudah memiliki hak pilih, sangat krusial. Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab kolektif untuk memastikan pemilu berjalan jujur dan adil," tegas Hevy.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kendal, Muhammad Habibi, menambahkan bahwa energi kreatif para siswa sangat dibutuhkan untuk menangkal berbagai potensi pelanggaran, baik di lingkungan sekitar maupun di dunia maya. "Siswa SMA adalah pemilih cerdas yang melek teknologi. Kami mengajak adik-adik di SMA Negeri 2 Kendal untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor dalam pengawasan. Jika melihat dugaan pelanggaran seperti politik uang atau ujaran kebencian di media sosial, mereka harus berani bersuara dan melaporkannya ke Bawaslu," ujar Habibi.

Pihak SMA Negeri 2 Kendal menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam memberikan pendidikan pengawas partisipatif bagi peserta didik. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan untuk membekali siswa dengan pengetahuan praktis mengenai pengawasan pemilu, sehingga mereka mampu menjadi pengawas mandiri yang mengawal jalannya demokrasi yang sehat, bersih, dan berkualitas di Kabupaten Kendal.

[BK]